Rayakan May Day, KSPSI AGN Medan Manjakan Warga dengan Layanan Medis Gratis Hingga Donor Darah

  • Whatsapp

abdisuara.com,MEDAN- Menyambut Hari Buruh Internasional (May Day), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Kota Medan menghadirkan konsep perayaan yang berbeda. Tahun ini, peringatan tidak hanya berfokus pada aspirasi buruh, tetapi juga dikolaborasikan dengan aksi sosial, olahraga, dan dukungan terhadap agenda olahraga internasional, yakni Piala AFF yang akan digelar di Medan.

Sinergi Buruh dan Pemerintah

Peringatan ini menjadi simbol harmoni antara elemen pekerja dengan instansi pemerintahan. Rencananya, acara akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti:

– Wali Kota Medan
– Kadispora Kota Medan
– Kapolrestabes Medan

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi untuk menjaga kondusivitas kota, terutama menjelang perhelatan sepak bola bergengsi di Asia Tenggara tersebut.

Rangkaian Kegiatan Masyarakat

K SPSI AGN telah menyusun beragam agenda yang dapat diikuti oleh buruh dan warga umum guna mempererat tali silaturahmi, antara lain:

1. Kesehatan & Olahraga: Jalan santai dan senam massal untuk meningkatkan kebugaran fisik peserta.

2. Aksi Kemanusiaan: Donor darah untuk membantu ketersediaan stok darah medis.

3. Layanan Medis Gratis: Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan bagi buruh yang memiliki keterbatasan akses medis.

4. Kepedulian Sosial: Pembagian paket sembako guna membantu meringankan beban ekonomi keluarga pekerja.

Menggelorakan Semangat Piala AFF

Selain agenda internal buruh, momen ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan penyelenggaraan Piala AFF di Medan. Langkah ini diambil agar masyarakat lebih antusias dan siap menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu mancanegara maupun domestik.

“Kami ingin membuktikan bahwa buruh adalah subjek aktif yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas,” ungkap Ibrahim, Ketua Panitia sekaligus Ketua RANS Kota Medan.

Ibrahim menegaskan bahwa rangkaian acara ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai kegiatan tambahan. Melalui pendekatan yang humanis ini, citra gerakan buruh di Medan diharapkan bergeser dari sekadar aksi turun ke jalan menjadi gerakan yang peduli, sehat, dan produktif. (Ah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *