Delapan OKP, Enam Agama, Satu Tekad: Medan Siapkan Sejarah Baru Persatuan Pemuda

  • Whatsapp

Abdi Suara | MEDAN, 17 Oktober 2026 — Delapan organisasi kepemudaan (OKP) lintas agama di Kota Medan bersatu dalam Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) untuk memperkuat toleransi dan kerukunan masyarakat. Struktur kepengurusan forum telah rampung dan kini menunggu Surat Keputusan (SK) Wali Kota Medan sebagai dasar legalitas sebelum pelantikan yang direncanakan pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Kesiapan pembentukan FPLA dibahas dalam audiensi perwakilan delapan OKP dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Balai Kota Medan, Jumat (16/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Rico meminta proses administrasi dan penerbitan SK dipercepat agar forum dapat segera menjalankan programnya.

Ketua FPLA Kota Medan sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, Irsan Armadi, mengatakan forum ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat persaudaraan dan kolaborasi pemuda di tengah keberagaman.

“Kami berharap forum ini bisa memperkenalkan Medan sebagai kota yang beragam, tetapi tetap rukun dan harmonis. Salah satu rencana ke depan adalah melibatkan anak muda lintas agama dalam berbagai kegiatan di destinasi wisata Kota Medan untuk memperlihatkan bahwa perbedaan justru membuat kita semakin kompak,” ujar Irsan.

Menurutnya, toleransi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Karena itu, FPLA diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, kebudayaan, pariwisata, dan pemberdayaan pemuda.

Delapan OKP Berhimpun dalam FPLA

FPLA Kota Medan melibatkan delapan organisasi kepemudaan yang mewakili enam agama, yakni:

Pemuda Muhammadiyah Kota Medan.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Medan.

Pemuda Al Washliyah Kota Medan.

Pemuda Katolik Komcab Kota Medan.

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Medan.

Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Kota Medan.

Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudi) Kota Medan.

Generasi Muda Khonghucu (Gema Konghucu) Kota Medan.

Kehadiran delapan OKP ini diharapkan menjadi fondasi gerakan pemuda lintas agama yang mengedepankan sikap saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rico Waas Dorong Program Konkret

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik pembentukan FPLA. Ia berharap forum tersebut menjadi wadah pemberdayaan pemuda melalui kegiatan kreatif, penguatan nilai keagamaan, serta aksi sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat saat terjadi bencana.

“Keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat dengan melibatkan anak muda dalam pembangunan kota. Fungsi anak muda adalah menjadi simbol yang memperlihatkan kekompakan di tengah masyarakat. Saya minta program forum ini disusun terarah, bersinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan merangkul organisasi pemuda lain yang belum bergabung,” ujar Rico.

Ia juga meminta jajarannya mempermudah mekanisme administrasi agar penerbitan SK tidak menghambat pembentukan forum.

“Minggu depan sudah selesai, saya tidak ingin lama-lama. Mekanismenya dipermudah,” tegas Rico.

Pelantikan Ditargetkan pada Hari Sumpah Pemuda

Dengan rampungnya struktur kepengurusan, penerbitan SK menjadi tahapan penting sebelum pelantikan yang direncanakan pada 28 Oktober 2026. Momentum Hari Sumpah Pemuda diharapkan memperkuat pesan bahwa perbedaan agama dan latar belakang bukan penghalang bagi generasi muda untuk bersatu.

Ke depan, FPLA diharapkan tidak berhenti pada pembentukan organisasi dan seremoni pelantikan, tetapi mampu menghadirkan program kolaboratif yang memperkuat kerukunan serta menjawab kebutuhan masyarakat.

Delapan OKP, enam agama, dan satu tekad menjadi semangat yang mendasari pembentukan FPLA: merawat keberagaman, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama membangun Kota Medan yang damai, rukun, dan harmonis. (Spt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *