Jajaran PTITD.SI 67 Martrisia Hadiri Perayaan Cheng Beng Bersama 2026 di Vihara Leluhur Abadi

  • Whatsapp

Medan | Media Abdi Suara News – Vihara Leluhur Abadi menggelar perayaan Cheng Beng Bersama 2026 dengan menghadirkan Biksu Virya Dharma Mahasthavira dan Biksuni Karuna. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Pertahanan, Dusun VI Patumbak II No. 338, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (12/04/2026) pukul 10.00 WIB.

Pantauan wartawan di lokasi, ratusan masyarakat tampak hadir untuk melaksanakan sembahyang Cheng Beng sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah tiada. Acara diawali dengan ritual Jin Kang Pao Chan (pembacaan sutra), dilanjutkan dengan Ta Mung San (sembahyang Chao Tu atau pelimpahan jasa kepada para mendiang), yang dipimpin langsung oleh Biksu Virya Dharma Mahasthavira.

Dalam penjelasannya, Virya Dharma Mahasthavira menyampaikan bahwa Cheng Beng memiliki makna “Cheng” yang berarti bersih dan “Beng” yang berarti terang. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk bakti kepada leluhur yang telah meninggal dunia. “Cheng Beng adalah bagian dari kelestarian budaya Tionghoa, sebagai wujud bakti agar anak cucu tidak melupakan leluhurnya serta menjaga keharmonisan antar keluarga,” ujarnya.

Pengelola Vihara Leluhur Abadi, Haris Kristianto dan Hasan, menyambut hangat kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut PTITD.SI 67 & Martrisia, Budi Malem, SM.T. Haris menjelaskan bahwa Cheng Beng atau Chau Tu merupakan ritual dalam ajaran Buddha Mahayana yang bertujuan membantu arwah leluhur agar terlepas dari penderitaan, membersihkan karma buruk, dan memperoleh kelahiran kembali yang lebih baik.

“Tujuan utama Cheng Beng adalah perwujudan cinta kasih dan bakti, dengan mengirimkan energi positif berupa doa kepada leluhur agar memperoleh ketenangan. Selain itu, kami juga mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian 200 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar vihara serta ke panti asuhan,” ungkap Haris.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembimas Kementerian Agama Buddha Sumatera Utara, Sukasdi, SE., M.A. Sementara itu, Ketua Tridharma Komda Sumut PTITD.SI 67 & Martrisia, Budi Malem, SM.T, menambahkan bahwa rangkaian upacara Cheng Beng biasanya melibatkan pembacaan mantra atau sutra oleh biksu dan biksuni, pembakaran kertas persembahan, serta pelimpahan jasa dari perbuatan baik para peserta.

“Manfaat dari kegiatan ini antara lain membantu mengurangi karma buruk, mengurangi penghalang bagi yang masih hidup, serta menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada leluhur,” jelas Budi.

Di penghujung acara, kegiatan ditutup dengan makan siang bersama serta sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Reporter: Tono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *